Aku
tetaplah hanya seorang aku
terbalut dalam keterbatasan angka
terpenjara dalam rangkaian aksara
tetap dalam aku yang hanya sebatas aku
Aku
tetaplah hanya sebatas aku
sebatas ruh yang tersesat
dibelantara nadi dan denyut jantung
di dalam tulang dan daging pembentukku
yang hanya tetap sebatas aku
Lalu aku
Sebatas tulisan - tulisanku
Yang berderet keluar dari imajinasiku
tanpa nomor penunggu antrian waktu
Berebut jemari menjamahi pena
Di batas aku dan imajinasiku
Jika aku
Tak pernah mengenal lebih
Tentang majas-majas
Tentang bait - bait gurindam pengisi waktu
Yang ku metamorfosakan
Lahir dari persetubuhan siang dan malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar