Aku menuai merah
pada desir2 darah
pada getir tumpah ruah
namun tanpa keluh kesah
Aku menuai jingga
pada arah barat yang cerah
sejauh batas khatulistiwa
di senja yang kita tunggui
Aku menuai putih
pada benderang siang
pada gumpalan2 awan
menyulih terik sinaran
Aku juga menuai hitam
setelah senja temaram
pada gulita malam
selayak kelam yang kau pinjamkan
Tapi kuning telah menghilang
semburat di putik bunga2
Tapi hijau telah tergadaikan
pada dedaun peneduh tanah
Maka pelangi telah memudar
Terpenjara ruang imajinasi
Yang tercipta sesaat usai hujan
Seperti hanyutku tercampak waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar