pada lidah - lidah ombak
mengecap getir pesisir, mencibir
pasir terpecah menerpa kesunyian
angin yang kau rindui
menghilang bersama luruh sang waktu
lalu cenungku termaknai apa
sementara karang masih tegar
pada sosok yang teronggok
kaku tanpa geming mendiami terik
kau hempas biduk di telungkup sedu
derai yg senyap di gerus ombak
di remah temali yang kau sisakan
kau ukir luka gurindam
pada kata tak bersampiran
sloka yang kau gubah
terhapus pupus batu parigi
enyahkah segala rasamu
lalu...
luka ini ku bebat dengan apa
sementara tulang telah mendebu
di setiap angan yg ku cumbui
hanya kabut berarak seirama desau
di gelisah sisian hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar