Jumat, 10 Februari 2012

Cermin

mematung mata awas memandang
kilatkilat cahaya lenggaklenggok gaya
mematut diri melihat pantas
pada raut kerut wajah, pada rambut memutih getir

gumamnya entahlah keluh
bertanya surau pada serak kering lidah
sesiapa memakan usia, sesiapa mewariskan renta
pada lusuh keriput belulang. keropos tulang

mata memata-matai siapa
di rabun temaram cahaya
di pikun benak merajalela
mematut pantas kejenuhan hati

Nyamankah ia
Di samar gelap bebayang
Keraguan menyurup rasa. sembunyi
Dari balik cermin. mematamatai mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar