anakku pertama adalah harapan
harapan agar kelak bisa menjadikanku
menjadi orang tua yang seutuhnya
melebihi harapannya terlahir ke dunia
anakku kedua adalah doa
doa yang ku panjatkan
di khusuknya petang menuju malam
pada kegelapan hidup di masa lalu
menuju terang di masa datang
istriku adalah keyakinan
keyakinan untuk tetap melangkah
dalam badai, prahara dan dalam hembusan topan
menghujani setapak jalan yg akan ku lalui
Dan aku
menjadikanku sebagai perahu kepercayaan
untuk membawa mereka mengarungi samudera
mendera gelombang dan riak perjalanan
pada lautan tanpa pesisir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar