Jumat, 10 Februari 2012

Entah Kumaknai Apa

menyibaksibak membelah petang
menjuntai perlahan di kesunyian
ku tinggal lelap dalam rengkuh peluk
pada gamit lengang bertandang sepi

mimpi yang ku sudahi bergumul peluh
derak karat ranjang yang kita singgahi
hanyalah sebait tikar lusuh
namun adakah kebahagiaan yag bisa menukarnya

cumbuan di tengah hari entah sudah yg kesekian kali
berteduh dari terik di rindang dedaun
pada ranting2 sesetia detak waktu
sesayup angin yang membelai anak2 rambut pelipismu

entah berapa detik yang kita lewati
entah berapa menit, perputaran jarum waktu
entah berapa siang dan malam yang kita singgahi
aku pun masih sama, berdiri berisian disamping hatimu

aku mau. Sungguh aku mau
jejakjejak kelana yang kita tinggalkan
ada arti baik di setapak jejalan
selayak harum semerbak wewangi liar bunga rumput
di rimbun belukar yang kita tinggalkan dipinggir jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar