Jumat, 10 Februari 2012

Hujan Terakhir

aku sudah cukup puas
bercinta dengan kepulan kabut dan kering debu
dari balik derap langkah melewati jalan bebatu
dan aku tahu itu pasti jejak2mu di labirin hatiku

aku terkulai lemas
usai kaupacu detak jantung dan desir darahku
dari balik baju dan bercak2 merah di kusut kelambu
dan aku tahu itu pasti dari cakar2mu di deras peluhku

aku mengurai jiwaku setiap pipihan pedih
tertinggal di bawah bantal dan onggokt selimut
tersisa di laci2 nakas dan kolong ranjang
juga di kepulan asap dari kubangan puntung asbak kayu

aku menunggui isyarat langit
membawa kumpulan awan dan ribuan lembar mendung
bersama rinai berharap luruhkan segala hasratku
ku tunggui sampai tetes hujan yang terakhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar