Aku ditelanjangi waktu
melaju derap disamping bahuku
menoleh dengan ujung ekor matanya. Meliar
pada senyum seirama terik membakar jiwa
Aku ditelanjangi hari
pada kisah2 yang terpipih perlahan
di pagi yang kulalui bersama siang
dan di siang yg segera terjemput petang
di kebisuannya menuai rintih angin. menyapu keluh
Aku syukuri setiap rahim yang dijejak benih
tanpa menyulih rupa warna hitam pun putih
di tiap tetes hujan dan helai2 awan
yang ku cumbu di tiap getir imajinasiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar