Entahlah, pikiranku berubah menjadi pipihan bait-bait ketika mata ini tertumbuk tajam di sayu dayu tentang kelembutan sejati bagaimana seorang wanita semestinya.
Sempurna, ya...pengejawantahan yang sempurna tanpa cacat cela dari kerudung dan kain sari melengkapi kesempurnaan penampilannya.
Adakah ia menaruh hati?
Adakah ia sendiri?
Ah,...itu hanya penggalan-penggalan pertanyaan yang serupa harapan agar hatiku merasa terhibur dan enggan terpelosok jatuh dalam jurang sakit hati atas kekecewaan yang mungkin saja ku panen sendiri.
Hanya rupa rupawan nan menawan.
Aku bahkan tak pernah tahu nama dan alamat tinggalnya di belahan kota Kashmir yang mana...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar