Kamis, 09 Februari 2012

Kashmir...(chapter III)

Kini aku percaya, bahwa bidadari bisa terlahir bukan hanya dari taman-taman firdaus yang dipenuhi ranum buah ara dan kesejukan oase diantara perdu bunga surgawi, namun bidadari juga bisa terlahir dari hamparan padang tandus berdebu tanpa naungan pepohon yang mengelilinginya.

"Kashmir Lantika!"
"Kashmir Lantika!!" terdengar teriakan dari sebuah rumah yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Aku terperanjat dari lamunan kering diantara bidikan-bidikan kameraku yang sedari tadi mengarah kepadanya dari sela puing reruntuhan tembok rumah yang lama tak berpenghuni. Aku sengaja mengambil jarak yag cukup jauh dari jarak pandang biasa karena aku hanya tak mau mengganggu aktifitasnya, disamping aku memang penasaran tentang siapa dia sesungguhnya.

Oh, ternyata ia bernama Kashmir Lantika.
Sebuah nama yang sama dengan kota kelahirannya.
Berbanding terbalik dengan sosoknya yang elok nan rupawan walau tersembunyi dari pakaian yang dikenakannya.

Namun pancaran kecantikannya nyata terlihat searah dengan aura yang mengelilinginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar