Tolong jawab dengan jujur, siapa yang bertahta di hatimu?
Aku selalu membuat pertanyaan yang sama nyaris setiap saat di sela-sela pertemuan kita, saat dimana kita kehabisan bahan pembicaraan dan kehilangan kata-kata, bahkan usai pergumulan kita sekalipun!
Aku hanya temukan diam sebagai jawaban, sementara ujung matamu menyiratkan hal yang berbeda dari apa yang kau rasakan.
Apakah itu sebentuk dusta?
Atau semacam cara untuk mengalihkan topik pembicaraan ataukah apa. Aku hanya tak mau kebersamaan itu hanya menjadikan beban baru dalam hidupmu.
Itu dulu. Bahkan sampai saat kepergianmu pun, aku tak mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu. Namun aku tak akan pernah menyimpulkan bahwa kepergianmu sebagai suatu jawaban.
Lebih baik aku terasing.
Pergi dari tempatku terlahir dan besar dengan tetap membawa nama pemberian orang tuaku. Biarlah nama Kashmir Lantika menjadi sebuah sejarah yang tak pernah tergali lagi di tanah kelahiranku; Kashmir.
Dan kini saatnya aku memulai perjalanan ke sebuah tempat dimana tak seorangpun pernah bertemu aku sebelumnya dan bahkan tak mengenalku sama sekali, menuju tempat sebelum garis terbitnya matahari, tempat sebelum timur memerah saat pagi, tempat dimana hanya ada rumput basah dan embun, tempat dimana tanah tak pernah menjadi kotak-kotak kepemilikan orang pribadi, tempat dimana ternak tanpa kandang, tempat dimana aku dan alam adalah kesatuan yang sama.
Kubiarkan saja kelak kaki melangkah membawaku ke ujung Alam Semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar