perihnya
di tiap gores
tanpa luka
tanpa darah
hanya melipat lipat
dilipat gurat dahi
hanya kesir-desir
berporak poranda
rasaku terbang
tiada pulang
melesat pedang
tukik menukik
menancap langit
terdiamlah
mematung patung
tanpa kedip
tanpa suara
bait membait kata
seperti angin
menelusuk jiwa
seperti kerinduan
berujung belati. perih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar