Ada banyak alasan kenapa aku masih mencari-Nya. Di ambang batas penglihatan mata yang mampu ku tembus, kujajagi siapa tau aku bisa menemukan-Nya disana. Di setiap molekul2 dan sel yang masih mungkin ku amati dengan alat bantu pun tak kutemukan kalau Dia berada disana. Bukannya aku tak percaya kalau Dia itu ada. Hanya saja aku harus menceritakan kepada sahabat2ku bahwa aku telah menemukan-Nya di suatu tempat pada saatnya nanti.
Mungkin aku tidak sendirian mencarinya, mungkin saja ada banyak sekali orang2 yang sepertiku, yang mencari-Nya dengan segala daya upaya tuk mencoba tuk menemukan-Nya. Berbagai cara yang telah ditempuhi untuk sekedar melihatnya, tapi Dia memang belom ditemukan. Terkadang disaat lelah mencari, ku hubungi teman2 yang kebetulan sama2 mencari namun berada di belahan bumi yang lain, siapa tau sudah ditemukan, namun jawabannya masih sama denganku' masih dalam tahap pencarian" begitu katanya.
Lalu Dia ada dimana? Mengapa teman2ku yang kebetulan mempunyai rasa ingin tahu yang begitu kuat dan berada di seluruh penjuru dunia juga belum menemukan-Nya? Apakah memang dia tidak ada? Terus kalo memang benar tidak ada, lalu siapa yang membuat tatanan kehidupan yang telah kulihat selama ini, yang telah kunikmati sampai batas mata mampu memandanginya? Apa terjadi begitu saja? Rasanya gak mungkin sesuatu terjadi secara kebetulan. Apalagi terjadinya begitu saja......
Yang jelas, aku tetaplah akan terus mencari karena aku merasa bahwa sudah menjadi kewajibanku untuk melakukannya, walaupun aku terkadang lelah dan perlu waktu untuk mengumpulkan tenaga, merubah strategi, bertanya dan apapun caranya, aku tetap harus mencari-Nya. Bukankah kesempatan untuk mencari tidak semua orang mau melakukannya walau itu memang selalu mungkin dilakukan oleh setiap orang.
Aku hanya tidak mau kembali lagi ke sini karena aku tak mampu menemukanNya
Semoga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar