mengapa aku?
menjadi sasaran lidah api
di jilat-jilat merah nan membara
sementara hati dan kepalaku telah pula memanas
memenjadi sasaran tembak
di desing pecah memecah senapan
sementara aku telah muntah timah-timah panas
mengapa aku?
menjadi air di pecah ombak
lunglai letih menopang lelah
sementara aku telah terbelah. terpecah
Lalu
mengapa masih aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar