Aku kafankan sebait kisruh
terbenam di kebisuan keranda
lahat telah digali sedalam parit keluh
ku tandai dengan nisan tanpa nama
Ku kulum dalam sebongkah senyum amarah
pada ketidakberdayaan peluh
mencarut di kerut keriput dahi
Sementara isinya meleleh laharkan geram
Aku sesiapa aku yang kau lantakkan
tercampak di keheningan dera
detakku merumuskan kebencian putih
Apa yang bisa ku perbuat diatas sudra darahku
Aku bukanlah penjilat
ataupun pengikut hitam
kesahku hanya membathin
tertuang pada diam gemeretak geraham
bermonolog pada senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar