Jumat, 10 Februari 2012

Pesan buat Anakku

Anakku,
maafkan aku
aku; ayahmu tak bisa mewariskan
warih wangsa utama di nadi darahmu
meski ibumu adalah ningrat mahotama
darah birunya yang mengalir deras
memenuhi setiap ujung pusat syaraf

Anakku,
aku tak memilih jaba sudra
saat nenek dan kakekmu merancangku
dan jelaslah aku ikhlas akan darah pinggiran
yang dipompa jantung ke seluruh nadiku

Anakku,
meski ada trah wangsa sudra mengalir di darahmu
juga tercampur trah wangsa utama
tetaplah engkau bangga anakku
karena hidupmu tak tergantung biru atau merah warna darahmu
tapi tergantung seberapa baik dan seberapa besar kemampuanmu
tuk menjaga akhlak dan moralmu
tuk menjaga pikiran, ucapan dan perbuatanmu
bukan karena darah biru di aliran darahmu,

Anakku
jika kerendahan hati telah menjadi bekal buatmu
jika sikap welas asih telah dijadikan pedoman hidupmu
jika budhi luhur mewarnai tiap tindakanmu
maka itulah yang akan mengangkatmu
mengangkat tinggi derajatmu
bukan oleh kekayaanmu
bukan oleh kecantikanmu
bukan pula oleh darah birumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar