perjalanannya lusuh di tengah kabut
melalui lorong malam tak berkesudahan
di desau dingin angin menggigil
menyibak sebait senyum di rekah merah bibirnya
aku mendepa arah di setapak jalan
berharap ada sisa bait2 kenangan
meremah di bebayang gulita
sesaat setelah menghilang ditelan malam
entah pada malam yang mana
purnama akan datang lagi
menghapus getir di hampa tepuk sebelah tangan
di sejuk benderang
di rekah senyum merah bibirnya
menyibak desau angin menggigil
meluruhkan gelisah di sepi gundah
ditepian senja batas cakrawala
purnama..datang lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar