Di tepian jalan-jalan setapak
ku urai keluh pada helai daun piduh
pada hijau lumut, pada tanah basah
seusai derai sore yang ku kayuh
Di temaram senja, diambang jingga cakrawala
gamangku menjelma rapuh
melunglai sebait kerinduan pada masa
dimana aku masih serupa benih. serupa telor kepodang
Jika bagimu, aku hanya tau keluh
di deret cermin yang mulai kusam
seperti mimpi yang ku singgahi
pada ketidakwarasan logika
maka aku pun berhenti menuai
larik-larik sawah yang telah kering
Tidak ada komentar:
Posting Komentar